Persiapan lahan: Pilih lokasi dengan air menggenang setinggi 5-15 cm, terkena sinar matahari penuh (minimal 6 jam per hari). Bersihkan lahan dari gulma lain, lalu buat bedengan atau petakan dengan lumpur halus. Jika menggunakan kolam, pastikan dasar kolam rata dan tidak bocor. Untuk lahan sawah, olah tanah hingga lumpur dan ratakan. Tambahkan pupuk dasar berupa pupuk kandang matang 2-3 kg/m2 atau kompos 1-2 kg/m2, aduk rata dengan lumpur. Diamkan selama 3-5 hari sebelum tanam.
Penanaman: Eceng diperbanyak dengan stek batang atau anakan. Ambil stek batang sepanjang 15-20 cm yang memiliki 3-4 ruas, atau pisahkan anakan dari rumpun induk. Tanam stek atau anakan dengan jarak 20x20 cm, tanam 2-3 stek per lubang. Tekan batang ke dalam lumpur sedalam 5-7 cm, pastikan ruas terendam. Penanaman bisa dilakukan kapan saja sepanjang tahun, namun hindari musim kemarau ekstrem jika tidak ada pasokan air. Setelah tanam, jaga ketinggian air tetap 5-10 cm. Jika air surut, tambahkan air secara berkala.
Perawatan dan panen: Lakukan penyiangan gulma setiap 2 minggu sekali, terutama pada 30 hari pertama. Beri pupuk susulan urea 5-10 gram/m2 atau pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 10 gram/m2 setiap 3-4 minggu, taburkan di sekitar tanaman. Hama utama adalah ulat daun dan kutu daun; kendalikan dengan penyemprotan air bertekanan atau insektisida nabati (bawang putih+air). Panen eceng dapat dimulai 45-60 hari setelah tanam, dengan memotong bagian tanaman muda (daun dan tangkai) sepanjang 15-20 cm. Panen bisa dilakukan setiap 2-3 minggu sekali hingga tanaman berumur 4-5 bulan. Produktivitas rata-rata 1-2 kg per meter persegi per siklus panen.