Penanaman eceng bisa dilakukan dengan bibit anakan atau stek batang. Jarak tanam ideal 20x20 cm agar tidak saling berebut nutrisi. Sebelum tanam, olah tanah dengan pupuk kandang matang (2-3 kg/m2) dan biarkan terendam air selama seminggu. Setelah tanam, jaga ketinggian air tetap 5-10 cm. Pada musim kemarau, tambahkan air setiap hari agar tanah tidak kering.
Pemupukan susulan dilakukan setiap 2 minggu sekali menggunakan pupuk urea (sekitar 5 gram per tanaman) atau pupuk organik cair dari kotoran ayam (encerkan 1:10). Jika daun menguning, tambahkan pupuk kandang atau kompos. Penyiangan gulma dilakukan setiap minggu untuk menghindari persaingan nutrisi. Eceng siap panen setelah 40-50 hari tanam, dengan ciri daun lebar dan batang segar.
Hama utama eceng adalah ulat daun dan kutu daun. Untuk mengendalikannya, semprot dengan ekstrak bawang putih (5 siung direbus dalam 1 liter air) atau gunakan predator alami seperti kepik. Penyakit busuk batang bisa dicegah dengan drainase yang baik dan tidak menanam terlalu rapat. Jika terlanjur busuk, segera cabut tanaman yang sakit dan kurangi genangan air.