Panduan Pemupukan Eceng (Monochoria vaginalis) yang Tepat

Eceng atau keladi air tumbuh subur dengan pupuk organik dan anorganik seimbang, terutama di musim hujan.

Jawaban singkat

Eceng (Monochoria vaginalis) adalah sayuran air yang populer di Indonesia, terutama di daerah rawa atau sawah. Untuk mendapatkan hasil panen maksimal, pemupukan yang tepat sangat penting. Eceng membutuhkan nutrisi lengkap, terutama nitrogen (N) untuk pertumbuhan daun, fosfor (P) untuk perakaran, dan kalium (K) untuk ketahanan tanaman. Pupuk kandang atau kompos dapat diberikan sebagai pupuk dasar sebanyak 10-15 ton per hektar atau 2-3 kg per meter persegi untuk lahan sempit.

Ringkas: Eceng

Cahaya
Sinar matahari penuh minimal 6 jam/hari
Penyiraman
Genangan air 5-15 cm sepanjang masa tanam
Musim
Sepanjang tahun di lahan basah
Tingkat Kesulitan
Mudah

Eceng sangat adaptif, cocok untuk pemula.

Pemupukan susulan pertama dilakukan saat tanaman berumur 10-14 hari setelah tanam (HST). Gunakan pupuk NPK 16-16-16 atau setara dengan dosis 200-300 kg per hektar. Untuk pekebun rumahan, cukup 20-30 gram per meter persegi. Taburkan pupuk secara merata di sekitar tanaman, lalu siram dengan air bersih. Hindari pemberian pupuk berlebihan karena dapat menyebabkan pertumbuhan vegetatif berlebihan dan mengurangi kualitas daun.

Pemupukan kedua dilakukan pada umur 30-35 HST, bersamaan dengan penyiangan. Gunakan pupuk urea 50-100 kg per hektar (5-10 gram per meter persegi) untuk mendorong pertumbuhan daun. Jika tanah sudah subur, cukup gunakan pupuk organik cair seperti ekstrak kompos atau mol dengan dosis 2-3 liter per 10 liter air, disemprotkan ke daun setiap 7-10 hari. Pemupukan lewat daun sangat efektif pada musim kemarau karena air tanah terbatas.

Perhatikan juga kondisi air. Eceng membutuhkan genangan air setinggi 5-10 cm. Jika air terlalu dalam, pupuk mudah larut dan hilang. Pada musim hujan, kurangi dosis pupuk nitrogen karena tanah sudah kaya nitrogen dari air hujan. Sebaliknya, pada musim kemarau, tingkatkan dosis pupuk kalium untuk menjaga ketahanan tanaman. Selalu konsultasikan dosis pupuk dengan penyuluh pertanian setempat atau BPP untuk hasil optimal.

Langkah-langkah

  1. Siapkan lahan dengan genangan air setinggi 5-10 cm dan berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang atau kompos 2-3 kg per meter persegi, lalu aduk rata.
  2. Tanam bibit eceng dengan jarak tanam 20x20 cm. Lakukan pemupukan susulan pertama saat tanaman berumur 10-14 HST dengan NPK 16-16-16 dosis 20-30 gram per meter persegi.
  3. Lakukan pemupukan kedua pada umur 30-35 HST dengan urea 5-10 gram per meter persegi atau pupuk organik cair semprot daun setiap 7-10 hari.
  4. Pantau kondisi air dan cuaca. Pada musim hujan kurangi dosis N, pada musim kemarau tambah dosis K. Siram tanaman setelah pemupukan untuk membantu penyerapan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa kali pemupukan eceng dalam satu musim tanam?

Dua kali pemupukan susulan, yaitu saat 10-14 HST dan 30-35 HST, ditambah pupuk dasar sebelum tanam.

Apakah eceng bisa dipupuk hanya dengan pupuk organik?

Bisa, asalkan pupuk organik diberikan dalam jumlah cukup (5-10 ton per hektar) dan dikombinasikan dengan pupuk organik cair semprot daun.

Mengapa daun eceng saya menguning setelah dipupuk?

Mungkin kelebihan pupuk nitrogen atau kekurangan unsur mikro. Kurangi dosis N dan tambahkan pupuk mikro seperti ZA atau pupuk daun yang mengandung Fe dan Mg.

Bolehkah menanam eceng di pot?

Bisa, gunakan pot berdiameter minimal 30 cm dengan genangan air 5 cm. Beri pupuk kompos 1-2 genggam sebagai dasar, lalu pupuk NPK 5 gram per pot setiap 2 minggu.

Kapan waktu terbaik menanam eceng?

Sepanjang tahun asal air tersedia. Namun, musim hujan (Oktober-Maret) lebih baik karena air melimpah dan pertumbuhan lebih cepat.

Lebih lanjut tentang Eceng

Panduan terkait

Pemupukan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.