Penanaman lobak dilakukan secara langsung di lahan tanpa proses persemaian wadah karena pemindahan bibit berisiko merusak akar tunggang. Buat lubang tanam dangkal sedalam 1 hingga 2 sentimeter dengan jarak tanam 20 kali 25 sentimeter. Masukkan 2 hingga 3 benih per lubang, lalu tutup tipis dengan tanah halus atau kompos, dan sirami secara perlahan hingga tanah lembap.
Perawatan rutin mencakup penjarangan bibit pada umur 10 sampai 14 hari setelah tanam dengan menyisakan satu tanaman terkuat per lubang tanam. Penyiraman dilakukan 1 hingga 2 kali sehari tergantung kondisi cuaca, terutama saat musim kemarau agar tanah tidak mengeras. Lakukan pula pembumbunan pada minggu ketiga dan kelima untuk menutup umbi yang mulai menyembul ke permukaan tanah agar tidak berwarna hijau dan terasa pahit.
Pemupukan susulan dapat diberikan pada umur 14 hari dan 28 hari setelah tanam menggunakan pupuk organik cair atau pupuk susulan sesuai petunjuk teknis setempat. Lobak siap dipanen pada umur 45 hingga 60 hari setelah tanam saat diameter umbi mencapai 4 hingga 6 sentimeter. Jangan menunda panen terlalu lama karena umbi akan menjadi berkayu, berongga, dan rasanya terlalu menyengat.