Selama musim kemarau, penyiraman yang tidak teratur menjadi pemicu utama daun bagian bawah menguning dan layu. Tanaman lobak di lahan terbuka memerlukan penyiraman sebanyak 2 kali sehari, yaitu pada pukul 07.00 pagi dan 16.00 sore dengan volume sekitar 1 hingga 2 liter air per meter persegi. Kekurangan air mengganggu pasokan hara makro seperti nitrogen, sehingga tanaman memindahkan cadangan hara dari daun tua ke jaringan muda yang sedang tumbuh.
Selain faktor air, pemupukan yang kurang berimbang juga mempercepat gejala daun menguning secara merata dari pucuk hingga pinggir daun. Pemberian pupuk organik kasgot atau kompos matang sebanyak 1,5 sampai 2 kilogram per meter persegi saat pengolahan tanah sangat dianjurkan untuk menjaga ketersediaan hara. Jika gejala klorosis muncul pada umur 15 sampai 20 hari setelah tanam, aplikasi pupuk susulan berbasis nitrogen organik cair dapat diberikan seminggu sekali.
Kehadiran hama pengisap seperti kutu daun dan tungau yang melonjak populasinya di cuaca panas juga memicu warna daun berubah menjadi kuning bercak. Pengamatan lahan secara rutin minimal 2 kali seminggu pada pagi hari sangat penting untuk mendeteksi koloni hama di bawah permukaan daun. Langkah sanitasi gulma di sekitar bedengan setinggi 30 cm harus dilakukan agar tidak menjadi sarang perantara penyakit.