Penyiraman dan kelembapan media tanam harus dijaga secara konsisten. Lakukan penyiraman sebanyak 1 hingga 2 kali sehari pada pagi dan sore hari saat musim kemarau, serta sesuaikan frekuensinya saat musim hujan agar media tidak tergenang. Penyiraman yang stabil menjaga tekstur umbi tetap renyah sekaligus mencegah timbulnya gejala umbi pecah akibat perubahan kadar air tanah yang drastis.
Pemupukan dan pemeliharaan nutrisi perlu diberikan secara terukur. Berikan pupuk organik terdekomposisi sempurna sebanyak 1 kilogram per meter persegi saat pengolahan tanah awal. Tambahkan pupuk susulan kaya kalium dan fosfor pada umur 10 dan 20 hari setelah tanam untuk memicu pemadatan umbi tanpa merangsang pertumbuhan daun secara berlebihan.
Penyiangan dan pembumbungan dilakukan secara berkala. Lakukan penyiangan gulma dan penjarangan bibit pada umur 7 sampai 10 hari setelah semai, dengan menyisakan jarak antar tanaman sekitar 10 hingga 15 sentimeter. Pembumbungan ringan di sekitar pangkal batang dilakukan bersamaan dengan penyiangan untuk melindungi umbi yang menyembul dari paparan sinar matahari langsung.