Persiapan lahan dimulai dengan membersihkan gulma dan meratakan tanah. Buat bedengan setinggi 20-30 cm dengan lebar 1-2 meter, lalu genangi dengan air setinggi 5-10 cm. Tambahkan pupuk kandang matang 1-2 kg/m2 sebagai pupuk dasar. Untuk penanaman, ambil anakan genjer yang sudah berakar, lalu tanam dengan jarak 20x20 cm atau 25x25 cm. Kedalaman tanam sekitar 5 cm, pastikan akar masuk ke dalam lumpur. Waktu tanam terbaik pagi atau sore hari.
Perawatan utama genjer adalah pengaturan air. Jaga ketinggian air 5-15 cm selama pertumbuhan. Jika musim kemarau, tambah air secara berkala. Lakukan penyiangan gulma setiap 2 minggu sekali, terutama pada 30 hari pertama. Pemupukan susulan bisa diberikan pada umur 21-30 hari setelah tanam dengan pupuk urea 5-10 gram/m2 atau pupuk organik cair. Hama yang sering menyerang adalah ulat daun dan kutu air. Untuk ulat, semprot dengan air sabun atau ekstrak daun mimba.
Panen genjer dimulai saat tanaman berumur 40-60 hari setelah tanam, tergantung varietas. Ciri siap panen: daun berwarna hijau segar, tangkai daun renyah, dan belum muncul bunga. Panen dilakukan dengan memotong tangkai daun di pangkal, sisakan 5-10 cm untuk pertumbuhan tunas baru. Panen bisa dilakukan setiap 7-10 hari sekali hingga 4-5 kali. Hasil panen per meter persegi sekitar 1-2 kg per kali panen. Simpan di tempat sejuk dan lembab agar tetap segar.