Persiapan lahan dimulai dengan membersihkan area dari gulma dan meratakan tanah. Jika menanam di kolam atau ember, pastikan media tanam berupa lumpur atau tanah liat setebal 10-15 cm. Genjer diperbanyak dengan biji atau anakan. Untuk biji, rendam selama 24 jam sebelum disemai di persemaian basah. Setelah bibit berumur 2-3 minggu, pindahkan ke lahan utama dengan jarak tanam 30x30 cm. Penanaman paling baik dilakukan di awal musim hujan atau saat air tersedia sepanjang tahun.
Perawatan harian meliputi pengaturan ketinggian air. Genjer membutuhkan genangan air setinggi 5-15 cm selama pertumbuhan. Jika air terlalu dalam (lebih dari 20 cm), tanaman bisa kerdil. Lakukan penyiangan gulma setiap 2 minggu sekali karena gulma air seperti eceng gondok dapat bersaing. Pemupukan cukup dengan pupuk kandang 2-3 kg/m2 setiap 2 bulan. Tidak perlu pupuk kimia berlebihan. Hama yang sering menyerang adalah ulat daun dan keong mas. Atasi dengan memasang perangkap atau memungut hama secara manual.
Panen genjer dapat dilakukan saat tanaman berumur 40-60 hari setelah tanam, dengan memotong batang dan daun muda. Ciri siap panen adalah daun berwarna hijau segar dan batang tidak berserat. Panen dilakukan pagi hari dengan cara memotong pangkal batang. Hasil panen bisa mencapai 2-3 kg per meter persegi per siklus. Setelah panen, biarkan sisa tanaman membusuk sebagai pupuk alami untuk siklus berikutnya. Genjer dapat ditanam sepanjang tahun asalkan air tersedia, namun hasil optimal diperoleh di musim hujan.