Namun, jika tanaman tetap layu di malam hari atau daunnya menguning drastis, kemungkinan besar terjadi serangan patogen tular tanah. Penyakit akar gada yang disebabkan jamur Plasmodiophora brassicae ditandai dengan pembengkakan abnormal pada akar. Sementara itu, layu bakteri Ralstonia solanacearum membuat tanaman layu mendadak dalam keadaan daun masih hijau, serta mengeluarkan lendir putih seperti benang saat potongan batang direndam dalam air bersih selama 5 sampai 10 menit.
Untuk mengatasi layu akibat stres lingkungan pada musim kemarau, tingkatkan frekuensi penyiraman menjadi dua kali sehari, yaitu pada pukul 06.00 pagi dan pukul 16.00 sore dengan volume air 1 hingga 2 liter per tanaman. Penggunaan mulsa jerami setebal 5 sampai 7 cm di atas guludan sangat efektif menekan penguapan air tanah serta menjaga suhu area perakaran tetap stabil di bawah 28 derajat Celsius.
Apabila hasil diagnosis mengarah pada penyakit tular tanah, langkah sanitasi ketat wajib dilakukan. Cabut dan bakar tanaman yang terinfeksi berat agar tidak menulari tanaman sehat di sekitarnya. Lakukan pengapuran lahan menggunakan kapur pertanian sebanyak 1,5 hingga 3 ton per hektar untuk menaikkan pH tanah ke angka 6,5 hingga 7,0, serta terapkan rotasi tanaman dengan keluarga jagung atau legum selama 2 sampai 3 musim tanam.





