Ulat daun (Plutella xylostella) menyerang daun dengan membuat lubang tidak beraturan dan meninggalkan kotoran hitam. Larva berwarna hijau muda dan aktif di permukaan bawah daun. Serangan berat menyebabkan daun tinggal tulang dan krop gagal terbentuk. Pengendalian: tanam serempak, gunakan mulsa plastik perak, dan semprot dengan pestisida nabati seperti ekstrak daun nimba atau serai wangi pada pagi hari saat larva aktif.
Ulat tanah (Agrotis ipsilon) menyerang batang muda di permukaan tanah, menyebabkan tanaman roboh dan mati. Larva berwarna coklat keabu-abuan dengan bintik hitam, aktif malam hari dan bersembunyi di dalam tanah. Pengendalian: pasang perangkap lampu untuk ngengat, lakukan pengolahan tanah intensif, dan semprotkan insektisida berbahan aktif karbaril pada pangkal batang sesuai dosis anjuran.
Kutu daun (Myzus persicae) mengisap cairan daun, menyebabkan daun menguning, keriting, dan pertumbuhan terhambat. Kutu juga mengeluarkan embun madu yang memicu jamur jelaga. Pengendalian: semprot dengan air sabun (detergen 1 sendok per 5 liter air) atau minyak neem, dan tanam tanaman refugia seperti kenikir dan bunga matahari di sekitar bedengan untuk menarik musuh alami seperti kumbang koksi.