Memasuki fase vegetatif awal pada umur 7 hingga 21 hari setelah tanam (HST), fokus pemupukan ditujukan untuk memicu pertumbuhan perakaran dan pembentukan daun yang rimbun. Berikan pemupukan susulan pertama pada umur 10 hingga 14 HST menggunakan pupuk cair atau pupuk NPK kaya nitrogen. Larutkan sekitar 5 hingga 10 gram pupuk per tanaman lalu kocorkan pada jarak 10 cm dari pangkal batang untuk menghindari kerusakan akar muda.
Pada fase vegetatif akhir hingga awal pembentukan krop bunga (25 hingga 40 HST), kebutuhan unsur kalium dan fosfor meningkat drastis. Lakukan pemupukan susulan kedua pada umur 30 HST menggunakan pupuk NPK seimbang yang ditambahkan pupuk mikro boron sebanyak 0,5 hingga 1 gram per tanaman. Kecukupan unsur boron pada fase ini sangat krusial untuk mencegah timbulnya rongga cokelat pada batang utama (hollow stem) serta menjaga kepadatan struktur bunga.
Fase pembesaran krop hingga menjelang panen (45 hingga 60 HST) memerlukan asupan kalium dan kalsium yang tinggi. Semprotkan pupuk kalsium kocor atau foliar ke permukaan daun setiap 7 hingga 10 hari sekali, terutama pada musim hujan di wilayah iklim tropis Indonesia. Langkah ini efektif memperkuat dinding sel tanaman sehingga krop bunga tidak mudah membusuk akibat kelembapan tinggi dan infeksi bakteri.






