Kembang Kol, Penyebab Akar Kembang Kol Busuk dan Cara Mengatasinya Saat Musim Hujan
Ivar Leidus / BY-SA

Penyebab Akar Kembang Kol Busuk dan Cara Mengatasinya Saat Musim Hujan

Pembusukan akar pada kembang kol di musim hujan umumnya disebabkan oleh infeksi jamur atau bakteri akibat drainase tanah yang buruk dan kelembapan berlebih.

Jawaban singkat

Pembusukan akar kembang kol merupakan masalah utama yang sering melanda petani di dataran tinggi Indonesia, terutama saat curah hujan meningkat melebihi 250 mm per bulan pada periode November hingga Februari. Kondisi tanah yang tergenang air lebih dari 6 jam setelah hujan deras menurunkan kadar oksigen di dalam tanah, yang memicu kerusakan jaringan akar halus.

Ringkas: Kembang Kol

Cahaya
Cahaya matahari penuh minimal 6 jam sehari
Penyiraman
Penyiraman rutin setiap hari, jaga kelembapan tanah tanpa membuat genangan
Musim
sepanjang-tahun
Tingkat Kesulitan
Sedang

Sangat sensitif terhadap kekurangan air dan serangan ulat daun

Gejala awal kerusakan sering kali tidak terlihat di permukaan tanah, tetapi tanaman akan mulai menunjukkan kelayuan pada siang hari saat terik matahari meski tanah terlihat basah. Jika bedengan seluas 10 meter persegi memiliki genangan air atau aerasi kurang dari 15 persen, mikroorganisme patogen tanah seperti Pythium, Rhizoctonia, atau bakteri Pectobacterium akan berkembang pesat membunuh perakaran.

Penanganan yang terlambat dalam kurun waktu 3 hingga 5 hari sejak gejala layu muncul dapat menyebabkan kegagalan panen total hingga 80 persen pada petakan kembang kol. Oleh karena itu, pembuatan bedengan setinggi minimal 30 hingga 40 sentimeter dan saluran drainase selokan antarbedengan selebar 40 sentimeter sangat krusial untuk mengalirkan kelebihan air hujan.

Pencegahan secara hayati dapat dilakukan dengan mengaplikasikan agens hayati seperti Trichoderma spp. sebanyak 20 gram per lubang tanam saat pemindahan bibit berumur 21 hari setelah semai. Aplikasi pupuk organik yang matang sebanyak 10 hingga 15 ton per hektar juga meningkatkan porousitas tanah sehingga akar kembang kol bernapas lebih optimal selama musim hujan.

Penyebab & Cara Mengatasi

Layu Bakteri / Busuk Basah (Pectobacterium carotovorum)

Ciri: Akar dan pangkal batang lunak, berlendir, serta mengeluarkan bau busuk yang sangat menyengat; daun layu mendadak dari bawah ke atas.

Solusi: Cabut dan bakar tanaman terpapar, perbaiki sirkulasi udara bedengan, serta taburkan kapur pertanian untuk menaikkan pH tanah menjadi 6,5 hingga 7,0.

Rebah Semai / Busuk Akar Jamur (Pythium spp. / Rhizoctonia solani)

Ciri: Akar berwarna cokelat kehitaman, kering atau mengelupas, tidak berbau menyengat; pertumbuhan kembang kol kerdil dan daun menguning.

Solusi: Aplikasi agens hayati Trichoderma pada zona perakaran, kurangi kelembapan berlebih, dan tingkatkan tinggi bedengan.

Akar Gada (Plasmodiophora brassicae)

Ciri: Akar membengkak menyerupai gada atau benjolan tidak teratur; tanaman layu di siang hari dan tampak segar kembali di malam atau pagi hari.

Solusi: Berikan kapur dolomit hingga pH tanah mencapai 7,0 hingga 7,5 sebelum tanam, serta jalankan rotasi tanaman non-Brassicaceae selama 2 hingga 3 tahun.

Langkah-langkah

  1. Identifikasi dan isolasi tanaman kembang kol yang menunjukkan gejala layu dengan memeriksa kondisi perakaran secara sampling.
  2. Cabut tanaman yang terinfeksi berat beserta tanah di sekitarnya, lalu musnahkan jauh dari area lahan untuk mencegah penularan patogen.
  3. Perdalam saluran drainase di sekeliling bedengan menjadi 40 sentimeter agar air hujan cepat mengalir dan tanah tidak tergenang.
  4. Kocorkan suspensi agens hayati seperti Trichoderma atau Pseudomonas fluorescens pada lubang tanam tanaman yang masih sehat di sekitarnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah kembang kol yang akarnya sudah busuk masih bisa diselamatkan?

Jika infeksi sudah mencapai pangkal batang dan akar utama membusuk total, tanaman tidak bisa diselamatkan dan harus dicabut. Namun jika baru menyerang sebagian akar serabut, penambahan agens hayati dan perbaikan drainase masih bisa menyelamatkan tanaman.

Berapa tinggi bedengan kembang kol yang ideal saat musim hujan?

Tinggi bedengan yang disarankan saat musim hujan adalah 30 hingga 40 sentimeter agar perakaran kembang kol berada di atas elevasi genangan air.

Mengapa kembang kol layu di siang hari padahal tanah basah?

Layu siang hari pada tanah basah adalah gejala khas kerusakan akar akibat busuk akar atau infeksi bakteri. Akar yang rusak tidak mampu menyerap air untuk menggantikan penguapan daun yang tinggi saat terik.

Tanaman apa yang cocok untuk rotasi lahan setelah kembang kol kena busuk akar?

Gunakan tanaman yang bukan dari keluarga kubis-kubisan, seperti jagung, kacang tanah, atau buncis untuk memutus siklus hidup patogen pembusuk akar.

Lebih lanjut tentang Kembang Kol

Panduan terkait

Busuk Akar, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.