Gejala awal busuk akar sering kali diabaikan karena terjadi di dalam tanah, namun dampaknya terlihat jelas pada tajuk tanaman. Daun kembang kol akan menunjukkan gejala layu pada siang hari meskipun tanah di sekitarnya tampak basah, dan perlahan-lahan menguning serta rontok sebelum waktunya.
Untuk mengatasi dan mencegah masalah busuk akar, pekebun harus menerapkan sistem drainase yang baik seperti membuat bedengan dengan tinggi minimal 30 sentimeter pada musim penghujan. Pembenah tanah berupa kapur pertanian juga perlu diaplikasikan beberapa minggu sebelum pindah tanam jika tingkat keasaman tanah tergolong tinggi agar perkembangan mikroorganisme patogen dapat ditekan.
Pencegahan juga mencakup rotasi tanaman dengan jenis yang bukan dari famili Brassicaceae minimal selama dua musim untuk memutus siklus hidup patogen di dalam tanah. Sanitasi lahan dengan membersihkan sisa tanaman sakit serta penggunaan bibit yang sehat dan tahan terhadap kelembapan tinggi adalah kunci utama keberhasilan panen kembang kol.