Tahap selanjutnya adalah memasukkan adonan ke dalam plastik tahan panas polypropylene ukuran 1,5 kg dan memadatkannya sebelum dipasang cincin leher. Baglog yang sudah siap harus melalui proses sterilisasi dengan cara dikukus pada suhu 95 hingga 100 derajat Celsius selama 8 hingga 12 jam berturut-turut untuk membunuh spora jamur liar dan bakteri pengganggu. Setelah dikukus, baglog dibiarkan dingin selama 24 jam di dalam ruangan bersih sebelum memasuki tahap penanaman bibit atau inokulasi.
Proses inokulasi dilakukan dengan memasukkan bibit jamur tiram F2 berkualitas sebanyak 10 hingga 15 gram per baglog menggunakan spatula steril di dekat api lilin untuk menjaga kebersihan. Baglog yang telah diinokulasi kemudian disimpan di ruang inkubasi bersuhu 24 hingga 28 derajat Celsius selama 30 hingga 40 hari hingga seluruh media memutih tertutup miselium. Setelah miselium memenuhi 90 persen baglog, tutup cincin dibuka dan baglog dipindahkan ke kumbung atau rumah jamur untuk tahap pembuahan.
Di dalam kumbung, pertahankan kelembapan udara pada tingkat 80 hingga 90 persen dengan melakukan penyemprotan kabut air sebanyak 2 hingga 3 kali sehari, terutama saat cuaca panas terik. Jamur tiram pertama biasanya akan mulai tumbuh mekar dalam waktu 7 hingga 14 hari setelah pemindahan. Pemanenan dilakukan dengan memutar pangkal batangnya hingga terlepas sempurna, di mana satu baglog berukuran 1,2 kg dapat menghasilkan total 400 hingga 600 gram jamur tiram segar dalam 3 hingga 4 kali gelombang panen selama kurun waktu 3 bulan.