Proses pengomposan media tanam dilakukan selama 1 hingga 3 hari sebelum dimasukkan ke dalam kantong plastik tahan panas. Pada tahap ini, penambahan air bersih sebanyak 60 sampai 65 persen dari total bobot kering harus dipastikan secara merata, yang ditandai ketika gumpalan serbuk gergaji dikepal tidak meneteskan air namun tidak pecah saat dilepaskan. Nutrisi dari dedak dan kapur akan terurai secara optimal selama pengomposan awal, menyiapkan karbohidrat dan mineral yang siap diserap oleh miselium jamur tiram.
Setelah masa inkubasi dan pemanenan gelombang pertama, pemberian suplemen cair organik dapat dilakukan 1 hingga 2 kali seminggu untuk memperpanjang usia produktif baglog. Penyemprotan nutrisi tambahan ini menggunakan larutan pupuk organik cair yang dilarutkan sangat encer, lalu disemprotkan dalam bentuk kabut halus ke lantai dan udara sekitar kumbung, bukan disiramkan langsung ke dalam lubang baglog untuk mencegah pembusukan.
Penyesuaian perawatan berbasis musim sangat penting di iklim tropis Indonesia untuk mendukung penyerapan nutrisi yang maksimal. Pada musim kemarau, tingkat kelembapan udara kumbung dijaga pada kisaran 80 hingga 90 persen melalui penyemprotan kabut air 3 sampai 4 kali sehari agar media baglog tidak mengering. Sebaliknya, pada musim hujan, frekuensi penyemprotan dikurangi menjadi 1 sampai 2 kali sehari guna mencegah kelembapan berlebih yang memicu serangan jamur liar Trichoderma dan pembusukan baglog.