Pengaturan ventilasi udara di dalam kumbung harus diperhatikan secara rinci. Pembukaan jendela atau sirkulasi udara dilakukan selama 15–30 menit pada pagi hari pukul 06.00–07.00 dan sore hari pukul 16.00–17.00 untuk mengganti karbon dioksida dengan oksigen segar. Oksigen yang cukup sangat diperlukan agar tudung jamur tumbuh mekar sempurna, tebal, dan tidak kerdil atau berubah warna menjadi kekuningan.
Kebersihan dan sanitasi lokasi penumbuhan adalah benteng utama pencegahan hama dan penyakit. Setiap 2 hari sekali, bersihkan sisa-sisa tangkai jamur yang tertinggal di mulut baglog setelah panen agar tidak membusuk dan mengundang lalat buah atau tungau. Jika memasuki musim hujan dengan kelembapan ekstrim di atas 95 persen, kurangi frekuensi penyiraman menjadi 1–2 kali sehari untuk mencegah serangan jamur pengganggu seperti Penicillium sp. atau Trichoderma sp. yang ditandai dengan bintik hijau pada media.
Panen jamur tiram umumnya dapat dilakukan 4–5 hari setelah pinhead atau bakal jamur muncul dari mulut baglog. Pemetikan dilakukan dengan memutar perlahan pangkal batangnya hingga terlepas sempurna tanpa menyisakan daging jamur di dalam plastik. Dalam satu siklus pemeliharaan selama 3–4 bulan, satu baglog berbobot 1 kg rata-rata dapat menghasilkan 0,6–0,8 kg jamur tiram segar yang siap dikonsumsi atau dijual.