Karena gambas merupakan tanaman merambat, pasang lanjaran atau para-para dari bambu setinggi 2 meter saat tanaman berumur 10 sampai 14 hari setelah tanam. Penyiraman dilakukan 1 kali sehari pada musim kemarau pada pagi atau sore hari, dan dikurangi saat musim hujan agar media tidak becek. Lakukan pemangkasan cabang air di ketiak daun bagian bawah hingga ketinggian 50 cm untuk merangsang percabangan utama yang lebih produktif.
Pemupukan susulan diberikan secara berkala setiap 7 sampai 10 hari sekali mulai umur 14 hari setelah tanam. Gunakan pupuk organik cair atau larutan pupuk makro seimbang yang dikocor sebanyak 200 ml per lubang tanam. Saat memasuki fase pembungaan pada umur 30 sampai 35 hari, tingkatkan unsur hara kalium dan fosfor untuk memperkuat tangkai bunga dan melebatkan pembentukan buah.
Gambas mulai dapat dipanen pada umur 40 hingga 50 hari setelah tanam, dengan interval pemenanen setiap 2 sampai 3 hari sekali. Ciri buah yang siap panen adalah berukuran panjang 20 hingga 30 cm, permukaannya terasa kenyal tetapi tidak keras, serta serat di dalamnya belum mengeras. Petik buah menggunakan gunting tajam dengan menyisakan tangkai sepanjang 2 cm agar buah tidak cepat layu.