Penyakit embun bulu atau downy mildew menjadi ancaman terbesar petani gambas saat intensitas hujan meningkat di bulan November hingga Februari. Gejala diawali dengan munculnya bercak kuning berukuran 2 sampai 5 milimeter yang dibatasi oleh urat daun di permukaan atas, serta lapisan kapang keabu-abuan di permukaan bawah daun. Daun yang terserang parah akan mengering seperti terbakar dan gugur prematur sehingga mengganggu proses fotosintesis.
Selain serangan pada daun, jamur tanah seperti Fusarium dan penyebab antraknosa sering menginfeksi pangkal batang serta buah gambas yang bersentuhan langsung dengan tanah lembap. Infeksi antraknosa menyebabkan buah gambas berusia 10 sampai 15 hari setelah pembuahan mengalami pembusukan berair dengan bercak cekung berwarna cokelat kehitaman yang menurunkan kualitas panen secara drastis.
Pengendalian penyakit secara terpadu wajib dilakukan dengan menjaga jarak tanam ideal minimal 60 x 70 centimeter serta membuat bedengan setinggi 40 sampai 50 centimeter agar drainase lancar. Pemangkasan 3 sampai 4 daun tua di bagian bawah setiap minggu juga sangat efektif meningkatkan sirkulasi udara dan mengurangi kelembapan mikro di sekitar perakaran.