Cara Merawat Gambas Agar Subur, Berbuah Lebat, dan Sehat

Perawatan gambas yang tepat meliputi penyiraman teratur, pemangkasan tunas air, pembuatan rambatan kokoh, dan pemupukan berimbang sepanjang tahun.

Jawaban singkat

Gambas atau oyong (Luffa acutangula) merupakan tanaman sayuran merambat yang sangat cocok dibudidayakan di dataran rendah hingga menengah di seluruh Indonesia sepanjang tahun. Untuk memulai perawatan, penyiraman dilakukan sebanyak 1 hingga 2 kali sehari, yaitu pada pagi hari sebelum pukul 08.00 dan sore hari setelah pukul 16.00, dengan volume sekitar 1 hingga 2 liter air per lubang tanam. Pada musim hujan, frekuensi penyiraman disesuaikan agar tanah tidak tergenang dan memicu pembusukan akar.

Ringkas: Gambas

Cahaya
Sinar matahari penuh (6-8 jam per hari)
Penyiraman
1 kali sehari saat kemarau, sesuaikan saat musim hujan
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Membutuhkan lanjaran atau para-para yang kokoh untuk menopang beban buah merambat.

Pembuatan rambatan atau anjang-anjang setinggi 1,5 hingga 2 meter dari bambu wajib disiapkan sejak tanaman berumur 10 hingga 14 hari setelah tanam (HST). Pemasangan ajir secara dini bertujuan untuk mencegah kerusakan sistem perakaran muda yang sedang berkembang. Lakukan pengikatan batang utama ke ajir secara berkala setiap 3 hari sekali menggunakan tali plastik secara longgar agar arah tumbuh tanaman teratur ke atas.

Pemupukan susulan dilakukan secara berkala mulai umur 14 HST menggunakan pupuk organik cair atau kompos matang sebanyak 200 hingga 300 gram per lubang tanam setiap 7 hari sekali. Memasuki fase generatif pada umur 30 hingga 35 HST, tambahkan pupuk yang kaya unsur kalium dan fosfor sebanyak 10 hingga 15 gram per tanaman setiap 10 hari untuk merangsang pembentukan bunga betina dan mencegah kerontokan bakal buah.

Pemangkasan tunas air pada bagian bawah batang utama hingga ketinggian 50 cm dari permukaan tanah dilakukan pada umur 20 hingga 25 HST. Langkah ini bertujuan menghemat nutrisi, memfokuskan pertumbuhan pada batang utama, serta meningkatkan sirkulasi udara guna mencegah penyakit bercak daun akibat jamur yang sering timbul saat kelembapan udara tinggi pada musim hujan.

Langkah-langkah

  1. Pasang tiang ajir dan anjang-anjang bambu setinggi 1,5 hingga 2 meter saat tanaman berumur 10-14 hari setelah tanam.
  2. Lakukan penyiraman rutin 1-2 kali sehari dengan volume 1-2 liter per tanaman sambil memastikan saluran drainase lancar.
  3. Pangkas tunas air dan daun-daun tua di bagian pangkal batang hingga ketinggian 50 cm dari tanah.
  4. Berikan pemupukan susulan organik dan pupuk makro sesuai fase vegetatif dan generatif setiap 7-10 hari sekali.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa jarak tanam yang ideal untuk budidaya gambas?

Jarak tanam ideal adalah 50-60 cm antar tanaman dalam barisan dan 150-200 cm antar barisan bedengan.

Kapan buah gambas siap untuk dipanen?

Gambas dapat dipanen pada umur 45-50 hari setelah tanam, ditandai dengan warna hijau segar dan buah masih renyah.

Mengapa bunga gambas sering gugur sebelum menjadi buah?

Kerontokan bunga umumnya disebabkan oleh kekurangan unsur hara kalium dan fosfor, kelebihan air, atau minimnya serangga penyerbuk.

Apakah gambas bisa ditanam dalam polybag di pekarangan rumah?

Bisa, gunakan polybag berdiameter minimal 40 cm dan sediakan ajir atau tiang rambatan yang cukup kuat.

Bagaimana mengatasi daun gambas yang menguning di bagian bawah?

Daun bawah yang menguning biasanya merupakan daun tua. Pangkas daun tersebut untuk menjaga kebersihan lahan dan melancarkan sirkulasi udara.

Lebih lanjut tentang Gambas

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.