Waktu panen terbaik adalah pagi hari (sekitar pukul 06.00-09.00) saat kadar air masih tinggi sehingga bunga dan tunas lebih segar dan tidak cepat layu. Hindari memanen saat hujan deras karena dapat menyebabkan luka basah yang memicu pembusukan. Untuk bunga, petik saat kelopak masih rapat atau baru mulai mekar (umur 2-3 hari setelah kuncup muncul). Tunas muda dipanen saat panjang sekitar 20-30 cm dan masih lunak (biasanya berumur 1-2 bulan). Buah dipanen saat berwarna merah kehitaman dan agak lunak.
Teknik panen yang benar: gunakan pisau atau gunting tajam yang bersih untuk memotong tangkai bunga atau tunas. Potong miring sekitar 2-3 cm di atas permukaan tanah untuk tunas, atau potong tangkai bunga pada pangkalnya. Jangan mencabut atau memuntir karena dapat merusak rimpang. Setelah dipanen, segera bersihkan dari kotoran dan sortir berdasarkan ukuran. Bunga dan tunas dapat bertahan 3-5 hari pada suhu ruang jika disimpan di tempat teduh dan lembab, atau hingga 1 minggu dalam lemari pendingin (suhu 10-12°C) dengan dibungkus plastik berlubang.
Untuk menjaga produktivitas, lakukan pemupukan organik setiap 2-3 bulan sekali dengan pupuk kandang atau kompos sebanyak 2-3 kg per rumpun. Penyiangan gulma dan pemotongan daun tua juga penting dilakukan setiap bulan. Jika tanaman sudah berumur lebih dari 4 tahun dan produksi menurun, lakukan peremajaan dengan membelah rumpun dan menanam kembali tunas baru. Dengan perawatan yang konsisten, kecombrang dapat menjadi sumber pendapatan rutin bagi petani maupun pekebun rumahan.