Busuk rimpang disebabkan oleh jamur Fusarium spp. atau bakteri Erwinia spp. Gejalanya: daun menguning dan layu mendadak, rimpang membusuk berair dan berbau tidak sedap. Penyakit ini menular melalui tanah dan alat pertanian yang terkontaminasi. Penanganan: perbaiki drainase, hindari genangan, dan gunakan bibit sehat. Jika sudah parah, cabut tanaman sakit dan bakar. Jangan tanam kecombrang di lahan yang sama selama 2-3 musim.
Bercak daun disebabkan jamur Curvularia atau Colletotrichum. Gejala: bercak coklat kehitaman pada daun, tepi kuning, lalu mengering dan berlubang. Penyakit ini menyebar lewat percikan air hujan atau angin. Pengendalian: atur jarak tanam (minimal 50 cm), pangkas daun tua yang sakit, dan semprotkan fungisida berbahan aktif mancozeb atau tembaga sesuai dosis anjuran di label. Lakukan penyemprotan preventif saat musim hujan setiap 7-10 hari.
Alternatif pengendalian ramah lingkungan: gunakan mulsa plastik untuk mengurangi percikan air, aplikasi biofungisida Trichoderma pada tanah saat tanam, dan rutin memantau kebun seminggu sekali. Jika serangan sudah meluas, segera konsultasi dengan penyuluh pertanian atau BPP setempat untuk diagnosis lebih lanjut. Ingat, pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan.