Penyebab pertama adalah kekurangan unsur hara, terutama nitrogen (N) dan magnesium (Mg). Ciri khasnya: daun tua menguning merata dimulai dari ujung, sementara tulang daun tetap hijau pada defisiensi Mg. Pada defisiensi N, seluruh daun menguning pucat. Solusinya: berikan pupuk kandang matang 2-3 kg per rumpun setiap 3 bulan, atau tambahkan pupuk NPK (15-15-15) 50 gram per rumpun setiap 2 bulan saat musim hujan. Untuk defisiensi Mg, semprotkan larutan garam inggris (MgSO4) 10 gram per liter air setiap 2 minggu hingga pulih.
Penyebab kedua adalah serangan hama seperti ulat daun (Spodoptera litura) atau kutu daun (Aphis gossypii). Ulat daun meninggalkan bekas gigitan tidak beraturan pada daun, sedangkan kutu daun menyebabkan daun menguning dan keriting karena isapan cairan. Solusinya: untuk ulat, kumpulkan dan musnahkan secara manual pada pagi hari; untuk kutu, semprot dengan air sabun (20 gram sabun colek per liter air) setiap 3 hari selama 2 minggu. Jika parah, konsultasikan dengan BPP setempat untuk pestisida nabati seperti ekstrak daun mimba.
Penyebab ketiga adalah penyakit layu bakteri (Ralstonia solanacearum) yang menyerang akar. Ciri khas: daun layu mendadak, menguning, dan batang mengeluarkan lendir saat dipotong. Penyakit ini sulit diatasi; solusinya: cabut dan bakar tanaman terserang, kemudian beri kapur dolomit 200 gram per lubang tanam baru. Jangan menanam kecombrang di lahan yang sama selama 2 tahun. Pastikan drainase baik dengan membuat bedengan tinggi 30 cm di musim hujan.