Pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang (ayam, sapi, kambing) sangat dianjurkan. Dosis awal: 5-10 kg/m² kompos atau 2-3 kg/m² pupuk kandang dicampur merata ke dalam lubang tanam. Pupuk kandang sebaiknya sudah matang untuk menghindari serangan hama. Untuk lahan 1 hektar, dibutuhkan sekitar 10-15 ton pupuk kandang sebagai dasar.
Pemupukan susulan menggunakan pupuk anorganik NPK (15-15-15) dengan dosis 200-300 kg/ha/tahun, diberikan 4 kali setahun (setiap 3 bulan). Aplikasi dilakukan dengan cara ditabur melingkar di sekitar rumpun dengan jarak 15-20 cm dari batang, lalu ditutup tanah tipis. Pada musim hujan, dosis dikurangi 20% karena risiko pencucian hara.
Pupuk daun seperti Gandasil B atau Bayfolan dapat disemprotkan setiap 1-2 bulan pada daun untuk merangsang pertumbuhan tunas dan bunga. Konsultasikan dosis dengan label produk. Hindari pemupukan berlebihan karena dapat menyebabkan daun terbakar dan pertumbuhan vegetatif berlebih. Pantau kondisi tanaman; jika daun menguning, tambahkan pupuk urea (45% N) 50-100 kg/ha setahun sekali.