Ulat pemakan daun (misalnya Spodoptera litura) menyerang daun muda sehingga tampak berlubang dan keropos. Kutu daun (Aphis gossypii) mengisap cairan daun, menyebabkan daun menguning, keriting, dan mengeluarkan embun madu yang memicu jamur jelaga. Penggerek batang (Conogethes punctiferalis) membuat lubang pada batang dan menyebabkan layu pada pucuk.
Pengendalian dimulai dengan pencegahan: jaga kebersihan kebun, pangkas daun dan batang terserang, serta gunakan mulsa jerami untuk menekan gulma. Untuk ulat, semprotkan ekstrak daun mimba (neem) atau Bacillus thuringiensis (Bt) sesuai label. Kutu daun bisa dikendalikan dengan semprotan air sabun (1 sendok sabun cair per liter air) atau predator seperti kumbang koksi. Penggerek batang sulit dikendalikan; potong dan bakar batang terserang, lalu semprotkan insektisida berbahan aktif karbofuran atau klorantraniliprol sesuai petunjuk label dan konsultasi dengan penyuluh.
Lakukan pemantauan rutin setiap minggu, terutama saat musim kemarau atau awal musim hujan. Jika serangan meluas, segera bawa sampel hama ke BPP setempat untuk identifikasi dan rekomendasi pengendalian terpadu.