Persiapan lahan: Gemburkan tanah sedalam 20–30 cm, campur dengan pupuk kandang matang (2–3 kg/m²) dan sekam bakar untuk drainase. Buat bedengan lebar 1 meter, tinggi 30 cm, dengan jarak antar bedengan 40 cm. Jika menanam di polybag, gunakan ukuran diameter 30–40 cm dengan campuran tanah:kompos:sekam (1:1:1). Pegagan menyukai naungan 50–70%, jadi letakkan di bawah paranet atau di sela tanaman lain seperti pohon pisang atau singkong.
Penanaman: Ambil stolon sepanjang 10–15 cm yang memiliki 2–3 ruas dan akar. Tanam dengan jarak 20×20 cm, tanam ruas pertama sedalam 2–3 cm, sisakan ruas lain di permukaan. Siram setiap hari (pagi/sore) selama 2 minggu pertama. Setelah itu, penyiraman cukup 2–3 hari sekali jika tidak hujan. Beri mulsa jerami atau alang-alang setebal 5 cm untuk menjaga kelembaban dan menekan gulma. Pupuk susulan dengan NPK 16-16-16 dosis 5 gram/m² setiap 2 minggu, atau pupuk organik cair (POC) dari fermentasi urine sapi atau air cucian beras seminggu sekali.
Panen pertama bisa dilakukan saat tanaman berumur 2–3 bulan, dengan cara memotong daun beserta tangkai sepanjang 5–7 cm dari pangkal, sisakan 2–3 daun termuda agar tanaman tetap tumbuh. Panen selanjutnya setiap 3–4 minggu. Dalam setahun, satu meter persegi bisa menghasilkan 2–3 kg daun segar. Untuk pengendalian hama (ulat, kutu daun, siput), gunakan pestisida nabati seperti ekstrak daun nimba atau bawang putih. Jika ada penyakit bercak daun (jamur), kurangi kelembaban dan perbaiki sirkulasi udara.