Panduan Lengkap Cara Menanam Pegagan (Centella asiatica) dari Awal sampai Panen

Pegagan atau daun kaki kuda adalah tanaman herbal merambat yang mudah ditanam di pekarangan rumah, cocok untuk pemula dan bisa dipanen sepanjang tahun.

Jawaban singkat

Pegagan (Centella asiatica) merupakan tanaman herba merambat yang banyak dimanfaatkan sebagai lalapan, campuran jamu, atau bahan kosmetik. Tanaman ini sangat adaptif dan bisa tumbuh di dataran rendah hingga tinggi (1–2500 mdpl) dengan suhu 20–30°C. Di Indonesia, peggagan bisa ditanam sepanjang tahun asalkan air tercukupi. Ada dua metode perbanyakan: stolon (anakan) dan biji. Untuk hasil cepat, gunakan stolon dari tanaman induk sehat yang sudah berumur minimal 3 bulan.

Ringkas: Pegagan

Cahaya
Naungan 50–70%, tidak langsung terik
Penyiraman
Siram setiap hari selama 2 minggu pertama, lalu 2–3 hari sekali
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman merambat rendah, cocok sebagai penutup tanah di area teduh

Persiapan lahan: Gemburkan tanah sedalam 20–30 cm, campur dengan pupuk kandang matang (2–3 kg/m²) dan sekam bakar untuk drainase. Buat bedengan lebar 1 meter, tinggi 30 cm, dengan jarak antar bedengan 40 cm. Jika menanam di polybag, gunakan ukuran diameter 30–40 cm dengan campuran tanah:kompos:sekam (1:1:1). Pegagan menyukai naungan 50–70%, jadi letakkan di bawah paranet atau di sela tanaman lain seperti pohon pisang atau singkong.

Penanaman: Ambil stolon sepanjang 10–15 cm yang memiliki 2–3 ruas dan akar. Tanam dengan jarak 20×20 cm, tanam ruas pertama sedalam 2–3 cm, sisakan ruas lain di permukaan. Siram setiap hari (pagi/sore) selama 2 minggu pertama. Setelah itu, penyiraman cukup 2–3 hari sekali jika tidak hujan. Beri mulsa jerami atau alang-alang setebal 5 cm untuk menjaga kelembaban dan menekan gulma. Pupuk susulan dengan NPK 16-16-16 dosis 5 gram/m² setiap 2 minggu, atau pupuk organik cair (POC) dari fermentasi urine sapi atau air cucian beras seminggu sekali.

Panen pertama bisa dilakukan saat tanaman berumur 2–3 bulan, dengan cara memotong daun beserta tangkai sepanjang 5–7 cm dari pangkal, sisakan 2–3 daun termuda agar tanaman tetap tumbuh. Panen selanjutnya setiap 3–4 minggu. Dalam setahun, satu meter persegi bisa menghasilkan 2–3 kg daun segar. Untuk pengendalian hama (ulat, kutu daun, siput), gunakan pestisida nabati seperti ekstrak daun nimba atau bawang putih. Jika ada penyakit bercak daun (jamur), kurangi kelembaban dan perbaiki sirkulasi udara.

Langkah-langkah

  1. Siapkan stolon dari tanaman induk sehat berumur minimal 3 bulan, potong sepanjang 10–15 cm dengan 2–3 ruas dan akar.
  2. Olah tanah sedalam 20–30 cm, campur pupuk kandang 2–3 kg/m², buat bedengan lebar 1 m, tinggi 30 cm, atau siapkan polybag ukuran 30–40 cm.
  3. Tanam stolon dengan jarak 20×20 cm, tanam ruas pertama sedalam 2–3 cm, siram setiap hari selama 2 minggu pertama, lalu kurangi menjadi 2–3 hari sekali.
  4. Panen pertama saat umur 2–3 bulan dengan memotong daun dan tangkai 5–7 cm dari pangkal, sisakan 2–3 daun muda. Panen ulang setiap 3–4 minggu.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah peggagan bisa ditanam di dalam pot?

Bisa. Gunakan pot diameter minimal 30 cm dengan campuran tanah, kompos, dan sekam (1:1:1). Pastikan ada lubang drainase dan letakkan di tempat teduh.

Berapa lama peggagan bisa dipanen?

Panen pertama saat tanaman berumur 2–3 bulan. Selanjutnya panen setiap 3–4 minggu sekali.

Mengapa daun peggagan saya menguning?

Penyebabnya bisa karena kekurangan nitrogen, kelebihan air (drainase buruk), atau terkena sinar matahari langsung. Periksa drainase, beri pupuk NPK atau POC, dan pindahkan ke tempat teduh.

Bagaimana cara memperbanyak peggagan?

Cara termudah adalah dengan stolon (anakan). Ambil stolon yang sudah berakar, potong sepanjang 10–15 cm, dan tanam langsung. Bisa juga dari biji, tapi lebih lama.

Apakah peggagan tahan hama?

Relatif tahan, namun rentan terhadap ulat, kutu daun, dan siput. Gunakan pestisida nabati atau taburkan abu sekam di sekitar tanaman untuk mengusir siput.

Bisakah peggagan ditanam di musim hujan?

Bisa, tapi pastikan drainase baik agar tidak tergenang. Jika hujan terus, kurangi penyiraman dan naikkan bedengan agar akar tidak busuk.

Lebih lanjut tentang Pegagan

Panduan terkait

Cara Menanam, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.