Antraknosa ditandai bercak cokelat kehitaman pada daun, sering berbentuk bulat dengan tepi kuning. Bercak dapat meluas dan menyebabkan daun mengering, gugur, atau berlubang. Pada serangan berat, batang juga bisa terinfeksi. Penyakit ini menyebar melalui percikan air hujan atau alat panen yang terkontaminasi. Kelembaban tinggi dan suhu 25-30°C memicu perkembangan jamur.
Busuk batang (sering disebut rebah kecambah atau busuk pangkal batang) menyebabkan batang dekat permukaan tanah berwarna cokelat, lembek, dan akhirnya roboh. Daun menguning dan layu. Pada serangan Sclerotium, sering terlihat miselium putih seperti kapas di pangkal batang. Penyakit ini muncul pada lahan yang terlalu basah, drainase buruk, atau setelah hujan terus-menerus.
Pengendalian utama adalah pencegahan: tanam di bedengan tinggi agar drainase baik, jangan terlalu rapat, dan hindari penyiraman berlebih. Saat musim hujan, kurangi frekuensi penyiraman. Jika serangan sudah terjadi, segera cabut dan musnahkan tanaman sakit. Gunakan fungisida berbahan aktif mankozeb atau klorotalonil sesuai dosis pada label. Konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk rekomendasi spesifik.