Panduan Pemupukan Pegagan yang Tepat untuk Hasil Maksimal

Pegagan atau daun kaki kuda mudah dipupuk asal tahu dosis dan waktu yang pas. Berikut panduan lengkapnya untuk petani dan pekebun rumahan di Indonesia.

Jawaban singkat

Pegagan (Centella asiatica) adalah tanaman herba merambat yang banyak dibudidayakan di pekarangan atau lahan sempit. Pemupukan yang tepat sangat memengaruhi pertumbuhan daun dan kandungan asiaticoside. Di Indonesia, pegagan bisa ditanam sepanjang tahun, namun pemupukan perlu disesuaikan dengan fase pertumbuhan dan musim hujan/kemarau.

Ringkas: Pegagan

Cahaya
Naungan 50–70%, tidak langsung terik
Penyiraman
Siram setiap hari selama 2 minggu pertama, lalu 2–3 hari sekali
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman merambat rendah, cocok sebagai penutup tanah di area teduh

Pada fase awal tanam (0–30 HST), gunakan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang matang sebanyak 5–10 ton/ha atau setara 1–2 kg/m2 untuk bedengan. Campurkan pupuk dasar ini 1–2 minggu sebelum tanam. Jika menggunakan pupuk kimia, berikan NPK 16-16-16 dengan dosis 100–150 kg/ha, diaplikasikan saat tanam atau 7 HST. Hindari pupuk nitrogen tinggi (urea) berlebihan karena menyebabkan daun lemas dan mudah terserang penyakit.

Pemupukan susulan dilakukan setiap 2–3 minggu setelah tanam. Untuk pegagan daun (panen daun), fokus pada pupuk nitrogen dan kalium. Larutkan 5–10 gram NPK 16-16-16 per liter air, siramkan 200–300 ml per tanaman atau 5 liter per m2. Pada musim kemarau, kurangi dosis 20–30% karena risiko salinitas. Alternatif organik: siram air fermentasi (MOL) atau pupuk kandang cair 1:10, berikan 500 ml per m2 setiap minggu.

Pemupukan daun juga efektif. Semprotkan pupuk daun dengan kandungan N tinggi (misal 30-10-10) setiap 10–14 hari pada pagi atau sore hari, konsentrasi 2–3 gram/liter. Hentikan pemupukan 1 minggu sebelum panen. Untuk panen berkelanjutan, setelah panen pertama beri pupuk NPK 15-15-15 dosis 50–75 kg/ha untuk merangsang tunas baru. Perhatikan pH tanah ideal 5.5–6.5; lakukan pengapuran jika pH <5.5 dengan dolomit 1–2 ton/ha setahun sekali.

Langkah-langkah

  1. Siapkan bedengan setinggi 20–30 cm, lebar 1 m, campurkan pupuk dasar (kompos 1–2 kg/m2 + NPK 16-16-16 10–15 gram/m2) 1–2 minggu sebelum tanam.
  2. Tanam stek atau bibit pegagan dengan jarak 20×20 cm atau 30×30 cm. Siram setiap hari sampai tumbuh (7–14 hari).
  3. Mulai pemupukan susulan pada 2–3 minggu setelah tanam. Larutkan 5–10 gram NPK 16-16-16 per liter air, siram 200–300 ml per tanaman atau 5 liter per m2. Ulangi setiap 2–3 minggu.
  4. Pada musim kemarau, kurangi dosis pupuk kimia 20–30% dan tingkatkan frekuensi penyiraman. Alternatif: gunakan pupuk organik cair setiap minggu.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu terbaik memupuk pegagan?

Pupuk dasar diberikan 1–2 minggu sebelum tanam. Pupuk susulan setiap 2–3 minggu setelah tanam, pagi atau sore hari.

Bolehkah pakai pupuk NPK saja tanpa organik?

Boleh, namun untuk jangka panjang tanah akan menjadi keras dan kurang subur. Sebaiknya kombinasikan dengan pupuk organik.

Apa tanda kelebihan pupuk pada pegagan?

Daun menguning di tepi, layu, atau pertumbuhan terlalu rimbun tapi daun kecil. Kurangi dosis atau frekuensi pemupukan.

Apakah pegagan perlu dipupuk saat musim hujan?

Perlu, tapi kurangi dosis 20–30% karena hujan dapat melarutkan pupuk. Gunakan pupuk slow release atau organik agar tidak cepat hilang.

Bagaimana cara membuat pupuk organik cair sendiri untuk pegagan?

Fermentasi 1 kg kotoran kambing + 10 liter air + 100 ml molase selama 7–10 hari. Encerkan 1:10 sebelum dipakai.

Berapa kali panen pegagan dalam setahun?

Jika dirawat dengan pemupukan rutin, bisa panen setiap 2–3 bulan sekali, hingga 4–5 kali setahun.

Lebih lanjut tentang Pegagan

Panduan terkait

Pemupukan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.