Penyiraman dilakukan 1–2 kali sehari, pagi dan sore, terutama saat kemarau (Mei–September). Jangan sampai tanah tergenang karena akar mudah busuk. Mulsa organik seperti jerami atau daun kering setebal 5–7 cm membantu menjaga kelembapan dan menekan gulma. Pemupukan menggunakan pupuk kandang matang (2–3 kg/m²) atau kompos setiap 2 bulan sekali. Jika menggunakan pupuk kimia, pilih NPK 16-16-16 dengan dosis sesuai label, hanya 1–2 gram per tanaman setiap 2 minggu.
Pegagan membutuhkan naungan 50–70% (misal paranet 65%). Sinar matahari langsung berlebih menyebabkan daun menguning dan pertumbuhan terhambat. Penyiangan gulma dilakukan setiap minggu agar tidak bersaing nutrisi. Panen daun dan tangkai dapat dimulai saat tanaman berumur 2–3 bulan (tinggi 5–10 cm), dengan cara memotong 3–5 cm dari pangkal. Panen rutin setiap 2–3 minggu merangsang pertumbuhan tunas baru.
Hama yang sering menyerang adalah ulat pemakan daun dan bekicot. Untuk ulat, semprotkan larutan bawang putih (5 siung + 1 liter air) setiap 3 hari. Bekicot dikumpulkan manual. Penyakit busuk akar akibat jamur Phytophthora dapat dicegah dengan drainase baik dan tidak menyiram berlebihan. Jika tanaman layu mendadak, segera cabut dan musnahkan, lalu taburkan kapur dolomit (50–100 g/m²) di area bekas tanaman sakit.