Pemupukan pertama dilakukan saat persiapan lahan, yaitu 2-3 minggu sebelum tanam. Berikan pupuk kandang (kotoran sapi atau ayam) sebanyak 10-20 ton per hektar, dicampur merata dengan tanah. Setelah bibit ditanam, pada umur 1 bulan berikan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 200-300 kg per hektar dengan cara ditabur di sekeliling tanaman lalu ditutup tipis. Pada umur 2 bulan, ulangi pemberian NPK dengan dosis yang sama.
Pemupukan ketiga dilakukan saat tanaman berumur 3-4 bulan, yaitu fase awal pembentukan rimpang. Gunakan pupuk KCL (K2O 60%) sebanyak 100-150 kg per hektar untuk merangsang pembesaran rimpang. Jika tanah miskin kalium, bisa ditambah pupuk kandang lagi 5-10 ton per hektar. Hindari pemberian pupuk nitrogen berlebihan pada fase ini karena akan memicu pertumbuhan daun berlebihan dan mengurangi kualitas rimpang.
Untuk pekebun rumahan dengan lahan terbatas, gunakan dosis per tanaman: 1-2 kg pupuk kandang saat tanam, lalu 10-15 gram NPK per tanaman pada umur 1 dan 2 bulan, dan 5-10 gram KCL per tanaman pada umur 3-4 bulan. Aplikasi pupuk sebaiknya dilakukan saat tanah lembap, misalnya setelah hujan. Jika musim kemarau, siram tanaman setelah pemupukan. Pemupukan harus dihentikan 1 bulan sebelum panen agar kualitas rimpang optimal.