Penyebab paling umum adalah kelebihan air akibat drainase buruk. Ciri: daun menguning dari bawah ke atas, tanah becek, dan rimpang lembek. Solusi: perbaiki drainase dengan membuat guludan setinggi 20-30 cm, kurangi frekuensi penyiraman menjadi 2-3 hari sekali saat musim hujan, dan hentikan penyiraman sementara jika tanah masih basah.
Penyebab kedua adalah kekurangan unsur hara, terutama nitrogen. Ciri: daun tua menguning merata, pertumbuhan kerdil. Solusi: beri pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang matang sebanyak 1-2 kg per meter persegi setiap 2 bulan, atau aplikasi pupuk daun kaya nitrogen (ikuti label). Lakukan pemupukan susulan pada awal musim hujan dan awal kemarau.
Penyebab ketiga adalah serangan penyakit layu bakteri atau jamur akar. Ciri: daun layu mendadak, menguning, lalu mengering; batang dan rimpang membusuk. Solusi: cabut tanaman sakit dan bakar, jangan ditanam kembali di lokasi yang sama minimal 2 musim. Sebagai pencegahan, gunakan bibit sehat dan olah tanah dengan baik agar aerasi lancar.