Persiapan lahan meliputi penggemburan tanah sedalam 30 cm, pemberian pupuk kandang 2–3 kg/m², dan pembuatan bedengan lebar 1 m, tinggi 30 cm, serta jarak antar bedengan 40 cm. Bibit berupa rimpang tua yang sudah berumur 8–10 bulan, dipotong masing-masing 2–3 mata tunas, lalu dijemur 1–2 jam sebelum tanam. Tanam bibit dengan jarak 40×40 cm, kedalaman 5–7 cm, dan posisi mata tunas menghadap ke atas.
Perawatan meliputi penyiraman 2 kali sehari pada musim kemarau (pagi dan sore), penyiangan gulma setiap 2 minggu, serta pembumbunan (menimbun pangkal batang) setiap 1–2 bulan. Pemupukan susulan dilakukan pada umur 1 dan 3 bulan dengan pupuk NPK 15:15:15 sebanyak 5 gram per tanaman atau pupuk kandang 0,5 kg per tanaman. Hama utama adalah ulat daun dan kutu daun yang bisa dikendalikan dengan insektisida nabati seperti ekstrak daun mimba.
Panen bangle dapat dilakukan setelah tanaman berumur 8–10 bulan, ditandai dengan daun mulai menguning dan batang rebah. Rimpang dipanen dengan cara menggali tanah di sekitar rumpun, lalu membersihkan dari tanah dan akar. Hasil panen rata-rata 1–2 kg rimpang segar per rumpun. Rimpang bisa langsung digunakan atau disimpan di tempat kering dan sejuk selama 2–3 minggu.