Ciri fisik tanaman siap panen: daun bagian bawah mulai menguning dan mengering, batang semu mulai rebah, serta rimpang sudah tampak besar dan padat jika digali sedikit. Jangan panen terlalu muda karena rimpang masih kecil dan kadar air tinggi, atau terlalu tua karena rimpang bisa berserat dan berkurang aromanya. Musim panen terbaik adalah awal musim kemarau (April–Juni) agar rimpang kering alami dan tidak mudah busuk.
Cara panen yang benar: gali tanah di sekitar rumpun dengan cangkul atau garpu taman secara hati-hati agar rimpang tidak terluka. Angkat rumpun, lalu pisahkan rimpang dari akar dan tanah. Potong batang semu sekitar 2–3 cm di atas rimpang. Hindari memotong rimpang karena luka bisa jadi jalan masuk penyakit. Setelah dipanen, rimpang dibersihkan dengan air mengalir dan diangin-anginkan di tempat teduh selama 1–2 hari sebelum diolah atau disimpan.
Hasil panen bangle per rumpun rata-rata 0,5–1,5 kg rimpang basah, tergantung kesuburan tanah dan perawatan. Untuk pemakaian sendiri, panen secukupnya sesuai kebutuhan. Jika ingin dijual, rimpang segar bisa langsung dipasarkan atau dikeringkan untuk meningkatkan daya simpan. Simpan rimpang segar di tempat sejuk dan kering, jangan di dalam plastik tertutup rapat karena bisa berjamur.