Perbanyakan purwoceng umumnya menggunakan stek batang atau anakan. Pilih stek dari tanaman induk berumur 6–12 bulan dengan 3–4 ruas. Rendam stek dalam larutan perangsang akar alami (misal air kelapa) selama 1 jam sebelum tanam. Tanam stek dengan jarak 40×50 cm, satu stek per lubang tanam sedalam 5–7 cm. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman 2 kali sehari (pagi dan sore) hingga stek berakar (2–3 minggu). Setelah itu, penyiraman cukup 1 kali sehari. Beri naungan 50% selama 1–2 bulan pertama menggunakan paranet atau daun kelapa.
Pemeliharaan meliputi penyiangan gulma setiap 2 minggu, pemupukan susulan dengan pupuk NPK 15-15-15 dosis 200–300 kg/ha setara 5–7 g per tanaman pada umur 1, 3, dan 5 bulan. Untuk pengendalian hama, waspadai ulat daun dan kutu putih. Semprot dengan pestisida nabati (ekstrak daun mimba atau tembakau) seminggu sekali jika serangan ringan. Jika serangan berat, konsultasikan dengan penyuluh setempat. Tanaman purwoceng mulai berbunga pada umur 6–8 bulan dan siap panen bagian akar pada umur 8–12 bulan.
Panen dilakukan dengan mencabut seluruh tanaman saat daun mulai menguning. Bersihkan tanah dari akar, lalu cuci bersih. Akar purwoceng dikeringkan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari langsung selama 3–5 hari atau menggunakan oven suhu 40–50°C selama 8–10 jam hingga kadar air <10%. Simpan dalam wadah kedap udara di tempat sejuk dan kering. Produktivitas akar kering berkisar 1–2 ton/ha per musim tanam.