Penyebab paling umum adalah serangan jamur akar (Fusarium atau Rhizoctonia) yang menyerang sistem perakaran. Ciri khasnya: daun menguning dari bawah ke atas, layu meski tanah lembap, dan akar berwarna cokelat kehitaman. Solusinya: perbaiki drainase, hindari genangan, dan aplikasikan fungisida hayati seperti Trichoderma sesuai label. Jika parah, cabut dan musnahkan tanaman terserang.
Penyebab kedua adalah kekurangan unsur hara, terutama nitrogen (N) dan magnesium (Mg). Daun menguning merata di seluruh tanaman, dimulai dari daun tua. Ciri pembeda: urat daun masih hijau pada defisiensi Mg. Solusinya: beri pupuk organik kaya N seperti urea (dosis sesuai anjuran) atau semprot daun dengan pupuk MgSO4 (garam Inggris) 0,1% setiap 2 minggu sekali. Perbaiki pemupukan dasar dengan kompos atau pupuk kandang.
Penyebab lainnya termasuk serangan kutu daun (Aphididae) yang menghisap cairan daun, ditandai dengan daun keriting dan menguning serta adanya embun madu. Semprot dengan insektisida nabati seperti ekstrak daun mimba atau sabun insektisida. Jika disebabkan oleh nematoda puru akar (Meloidogyne spp.), tanaman kerdil, akar berbintil, dan daun menguning. Solusinya: rotasi tanaman dengan tagetes atau aplikasi nematisida hayati (Paecilomyces lilacinus). Konsultasikan dengan penyuluh setempat untuk diagnosis tepat.