Penyebab busuk akar adalah jamur Rhizoctonia solani yang menyerang saat drainase buruk dan kelembaban tanah tinggi. Ciri khas: tanaman layu meski tanah lembab, akar berwarna cokelat kehitaman dan mudah putus. Bercak daun disebabkan jamur Cercospora sp., dipicu cuaca lembab dan sirkulasi udara jelek. Ciri: bercak bulat dengan tepi ungu, bagian tengah abu-abu, dan konidia hitam di permukaan bawah daun. Kedua jamur bertahan di sisa tanaman dan tanah.
Pengendalian busuk akar dimulai dengan perbaikan drainase: buat bedengan setinggi 30-40 cm di musim hujan. Hindari genangan, kurangi frekuensi penyiraman. Cabut tanaman sakit beserta tanah di sekitarnya, lalu bakar. Untuk bercak daun, atur jarak tanam 30x30 cm agar sirkulasi udara baik. Pangkas daun yang terinfeksi. Gunakan mulsa jerami untuk menekan percikan tanah ke daun. Jika serangan berat, konsultasikan dengan penyuluh untuk rekomendasi fungisida ramah lingkungan.
Pencegahan utama: gunakan bibit sehat dari sumber terpercaya, rotasi tanaman dengan jenis bukan sefamili (Apiaceae), dan aplikasi pupuk kandang matang 10 ton/ha untuk meningkatkan ketahanan tanaman. Pantau kebun setiap minggu, terutama awal musim hujan. Dengan tindakan tepat, penyakit purwoceng dapat ditekan dan hasil umbi optimal tercapai.