Penanaman purwoceng sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan (Oktober-Desember) agar tanaman mendapatkan cukup air untuk pertumbuhan awal. Bibit dapat berasal dari stek batang atau anakan. Jarak tanam yang dianjurkan adalah 30x30 cm atau 40x40 cm. Sebelum tanam, olah tanah sedalam 20-30 cm dan campurkan pupuk kandang matang sebanyak 10-15 ton per hektar atau 2-3 kg per meter persegi untuk lahan pekarangan.
Penyiraman dilakukan setiap hari pada musim kemarau, tetapi dikurangi saat musim hujan untuk mencegah genangan. Pemupukan susulan diberikan setiap 2-3 bulan sekali menggunakan pupuk NPK seimbang (16-16-16) dengan dosis 100-150 kg per hektar atau 10-15 gram per tanaman. Penyiangan gulma dilakukan rutin setiap 2 minggu sekali. Mulsa organik seperti jerami atau daun kering dapat digunakan untuk menjaga kelembaban dan menekan gulma.
Panen purwoceng dapat dilakukan setelah tanaman berumur 8-12 bulan, ditandai dengan daun yang mulai menguning. Bagian yang dipanen adalah seluruh tanaman (akar, batang, daun) karena berkhasiat. Panen dilakukan dengan mencabut tanaman secara hati-hati agar akar tidak putus. Setelah panen, tanaman dicuci bersih dan dikeringkan di tempat teduh. Purwoceng dapat diperbanyak dengan stek batang atau anakan, namun lebih mudah dengan anakan karena memiliki tingkat keberhasilan lebih tinggi.