Panduan Pemupukan Bunga Lawang (Illicium verum)

Pemupukan yang tepat pada bunga lawang akan meningkatkan produksi bunga dan kualitas buah, berikut panduan praktisnya.

Jawaban singkat

Bunga lawang (Illicium verum) merupakan tanaman rempah asli Asia Tenggara yang banyak dibudidayakan di Indonesia, terutama di daerah dataran tinggi seperti Sumatera Utara, Jawa Barat, dan Sulawesi. Tanaman ini membutuhkan tanah subur, drainase baik, pH 5,5–6,5, dan curah hujan 1.200–2.500 mm/tahun. Pemupukan yang tepat sangat penting untuk merangsang pertumbuhan vegetatif dan generatif.

Ringkas: Bunga Lawang

Cahaya
Naungan parsial (50%) selama 1-2 tahun pertama, kemudian sinar matahari penuh.
Penyiraman
Siram 2-3 kali seminggu musim kemarau, 1 kali seminggu musim hujan. Hindari genangan.
Musim
Awal musim hujan (Oktober-Desember) adalah waktu tanam terbaik.
Tingkat Kesulitan
Sulit

Membutuhkan kesabaran karena tanaman baru berbuah setelah 5-7 tahun. Cocok untuk investasi jangka panjang.

Pemupukan dasar dilakukan saat tanam dengan campuran pupuk kandang matang 10–20 kg per lubang tanam (ukuran 60x60x60 cm) dan 100–200 gram TSP atau SP-36. Pupuk kandang diberikan 2 minggu sebelum tanam sebagai sumber unsur hara makro dan mikro. Untuk tanaman muda (1–3 tahun), berikan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 200–300 gram per pohon setiap 3 bulan, ditambah pupuk urea 50–100 gram per pohon setahun sekali pada awal musim hujan.

Pada tanaman dewasa (≥4 tahun) yang sudah berbuah, kebutuhan hara meningkat. Berikan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 500–1000 gram per pohon setiap 4 bulan, dikombinasikan dengan pupuk kandang 10–20 kg per pohon setahun sekali. Penambahan pupuk KCL 100–200 gram per pohon setahun sekali pada awal musim kemarau dapat meningkatkan kualitas buah. Pemupukan sebaiknya dilakukan dengan cara dikocor atau ditabur di sekeliling tajuk tanaman.

Pemupukan daun juga bisa dilakukan untuk mengatasi defisiensi unsur mikro, terutama Zn dan B. Semprotkan pupuk daun yang mengandung ZnSO4 0,1% dan Boron 0,05% setiap 2–3 bulan sekali pada saat tanaman berbunga. Hindari pemupukan berlebihan karena dapat menyebabkan pertumbuhan vegetatif berlebihan dan mengurangi produksi bunga. Selalu lakukan uji tanah setiap 1–2 tahun untuk menyesuaikan dosis pupuk.

Langkah-langkah

  1. Lakukan analisis tanah sebelum tanam untuk mengetahui pH dan kandungan hara. Jika pH <5,5, berikan dolomit 1–2 ton/ha setara 100–200 gram per lubang tanam.
  2. Buat lubang tanam ukuran 60x60x60 cm, campurkan pupuk kandang matang 10–20 kg dan TSP/SP-36 100–200 gram, biarkan 2 minggu sebelum tanam.
  3. Tanam bibit bunga lawang (tinggi 30–50 cm) pada awal musim hujan (Oktober–November). Beri naungan sementara selama 1–2 tahun.
  4. Untuk tanaman muda (1–3 tahun), berikan pupuk NPK 15-15-15 200–300 gram per pohon setiap 3 bulan, ditambah urea 50–100 gram per pohon setahun sekali pada awal musim hujan. Taburkan di sekeliling tajuk, lalu tutup dengan tanah tipis.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu terbaik memupuk bunga lawang?

Pemupukan dasar dilakukan saat tanam. Pemupukan susulan untuk tanaman muda setiap 3 bulan, dan untuk tanaman dewasa setiap 4 bulan, terutama pada awal musim hujan dan akhir musim kemarau.

Apa tanda-tanda kekurangan unsur hara pada bunga lawang?

Daun menguning (kekurangan N), tepi daun coklat (kekurangan K), pertumbuhan terhambat (kekurangan P), atau daun keriput (kekurangan Zn).

Bolehkah menggunakan pupuk kandang segar?

Tidak disarankan. Gunakan pupuk kandang yang sudah matang (fermentasi minimal 1 bulan) untuk menghindari pembusukan akar dan serangan hama tanah.

Berapa dosis pupuk NPK untuk tanaman dewasa?

500–1000 gram per pohon setiap 4 bulan, disesuaikan dengan ukuran pohon dan hasil uji tanah. Untuk pohon besar (diameter tajuk >5 m), dosis bisa ditingkatkan hingga 1500 gram.

Apakah perlu pemupukan daun?

Ya, terutama untuk mengatasi defisiensi unsur mikro seperti Zn dan B. Semprotkan pupuk daun yang mengandung ZnSO4 0,1% dan Boron 0,05% setiap 2–3 bulan saat berbunga.

Bagaimana cara mengaplikasikan pupuk tabur?

Taburkan pupuk secara merata di sekeliling tajuk tanaman (dari batang hingga ujung tajuk), lalu siram dengan air secukupnya agar pupuk cepat larut dan meresap.

Lebih lanjut tentang Bunga Lawang

Panduan terkait

Pemupukan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.