Pemilihan bibit unggul sangat penting. Gunakan bibit dari stek batang atau cangkok yang sudah berumur 1-2 tahun. Tanam di tanah gembur, kaya humus, dengan pH 5.5-6.5. Jarak tanam ideal 5x5 meter agar tajuk tidak saling tumpang tindih. Beri naungan 50% pada tahun pertama, misalnya dengan tanaman sementara seperti pisang. Penyiraman dilakukan setiap hari pada minggu pertama, lalu dikurangi menjadi 2-3 kali seminggu setelah tanaman kokoh.
Pemupukan dilakukan setiap 3 bulan menggunakan pupuk kandang matang 10-15 kg per pohon dan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 200-300 gram per pohon untuk dewasa. Pada musim hujan, kurangi dosis pupuk NPK menjadi setengahnya untuk mencegah pembusukan akar. Tambahkan pupuk mikro seperti Zn dan B setiap 6 bulan sekali. Mulsa organik setebal 5-10 cm dari jerami atau serasah daun membantu menjaga kelembaban tanah dan menekan gulma.
Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara mekanis dan biologis. Hama utama adalah kutu daun dan ulat pemakan daun. Semprot dengan air sabun atau ekstrak daun mimba setiap 2 minggu jika serangan ringan. Penyakit jamur akar (Phytophthora) dapat dicegah dengan drainase baik dan tidak menanam di lahan bekas tanaman solanaceae. Jika ada cabang mati, segera pangkas dan olesi fungisida tembaga. Konsultasi dengan BPP setempat untuk penanganan lebih lanjut.