Kutu daun (Aphis gossypii dan Myzus persicae) sering menyerang pucuk dan daun muda, menyebabkan daun keriting, kuning, dan pertumbuhan terhambat. Ciri khasnya adalah adanya embun madu (honeydew) yang menarik semut dan memicu jamur jelaga. Populasi kutu daun meningkat pada musim kemarau ketika suhu hangat. Pengendalian dapat dilakukan dengan menyemprotkan air sabun (1 sendok sabun cair per liter air) setiap 3–5 hari, atau memanfaatkan musuh alami seperti kumbang Coccinellidae.
Ulat penggulung daun (Adoxophyes sp.) menggulung daun muda dan memakannya dari dalam, menyebabkan daun berlubang dan kering. Serangan parah dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Ciri khasnya adalah adanya gulungan daun yang berisi ulat kecil berwarna hijau. Pengendalian mekanis dengan memetik dan menghancurkan gulungan daun sangat efektif. Jika serangan meluas, aplikasi Bacillus thuringiensis (Bt) sesuai dosis label dapat digunakan.
Kutu putih (Planococcus sp.) menyerang batang dan ketiak daun, menyerupai kapas putih. Hama ini mengisap cairan tanaman, menyebabkan daun menguning, layu, dan pertumbuhan terhambat. Serangan berat dapat memicu kematian cabang. Pengendalian dilakukan dengan mengoleskan alkohol 70 persen menggunakan kapas pada area terserang, atau menyemprot dengan minyak neem (2 ml per liter air) setiap minggu. Pastikan sirkulasi udara baik dengan pemangkasan rutin.