Persiapan lahan dimulai dengan membersihkan gulma dan mengolah tanah sedalam 30-40 cm. Buat bedengan selebar 1-1,2 meter, tinggi 30 cm, dan saluran drainase antar bedengan. Beri pupuk dasar berupa pupuk kandang matang 10-15 ton/ha atau 2-3 kg per lubang tanam. Diamkan lahan 1-2 minggu sebelum tanam. Lubang tanam berukuran 40x40x40 cm dengan jarak tanam 4x4 meter (sekitar 625 pohon/ha).
Penanaman bibit dilakukan saat bibit berumur 6-12 bulan atau tinggi 30-50 cm. Tanam pada pagi atau sore hari, padatkan tanah di sekitar pangkal batang, lalu siram secukupnya. Beri naungan sementara (50%) selama 1-2 tahun pertama karena bibit sensitif sinar matahari penuh. Mulsa jerami atau serasah setebal 5-10 cm di sekitar batang untuk menjaga kelembaban dan menekan gulma. Penyiraman dilakukan 2-3 kali seminggu pada musim kemarau, 1 kali seminggu pada musim hujan.
Pemupukan susulan dilakukan setiap 3 bulan dengan pupuk NPK 15-15-15 dosis 100-200 g/pohon, ditambah pupuk kandang 5-10 kg/pohon setahun sekali. Pemangkasan dilakukan untuk membentuk tajuk dan membuang cabang sakit/rusak. Tanaman mulai berbuah pada umur 5-7 tahun, dengan puncak produksi pada umur 10-15 tahun. Panen dilakukan saat buah berwarna hijau kekuningan dan mulai merekah, biasanya pada bulan September-November. Petik buah beserta tangkainya, lalu jemur hingga kering (kadar air <10%).