Pemupukan dasar dilakukan saat persiapan lahan. Gunakan pupuk kandang matang (kotoran sapi atau ayam) sebanyak 10-15 ton per hektar, atau kompos sebanyak 5-10 ton per hektar. Campurkan pupuk organik dengan tanah bedengan 2 minggu sebelum tanam. Jika menggunakan pupuk anorganik, berikan NPK 15-15-15 dosis 200-300 kg per hektar sebagai pupuk dasar. Untuk lahan sempit atau pot, gunakan 1-2 kg pupuk kandang per lubang tanam (ukuran pot diameter 30-40 cm).
Pemupukan susulan pertama diberikan saat tanaman berumur 1-2 bulan setelah tanam. Berikan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 100-150 kg per hektar atau setara 5-10 gram per tanaman. Pemupukan kedua dilakukan pada umur 3-4 bulan, saat pembentukan rimpang aktif. Gunakan pupuk NPK 15-15-15 dengan dosis yang sama, atau tingkatkan kalium dengan menambahkan KCl 50-100 kg per hektar. Pada musim hujan, kurangi dosis nitrogen untuk mencegah serangan penyakit jamur. Pemupukan ketiga (opsional) pada umur 5-6 bulan jika tanaman tampak kurang subur, gunakan pupuk daun organik atau NPK dosis rendah.
Tips penting: jangan memberikan pupuk nitrogen berlebihan karena akan merangsang pertumbuhan daun tetapi menghambat pembentukan rimpang. Untuk budidaya organik, gunakan pupuk kandang, kompos, dan pupuk hayati (seperti mikoriza). Lakukan pemupukan pada pagi atau sore hari saat tanah lembap. Hindari pemupukan saat hujan deras karena nutrisi akan tercuci. Jika menggunakan pupuk kimia, ikuti dosis pada label dan konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat (BPP) untuk rekomendasi spesifik lokasi.