Ciri-ciri fisik siap panen: daun bagian bawah mulai menguning dan mengering, batang semu mulai rebah, serta rimpang sudah padat dan beraroma tajam. Pada musim kemarau, panen bisa lebih cepat (8 bulan) karena pertumbuhan terhambat kekeringan. Sebaliknya, di musim hujan, panen bisa mundur hingga 10 bulan karena rimpang masih aktif membesar.
Cara panen: gemburkan tanah di sekitar rumpun menggunakan cangkul atau garpu tanah, lalu angkat rimpang secara hati-hati agar tidak rusak. Hindari mencabut langsung karena rimpang mudah patah. Setelah diangkat, bersihkan tanah dengan cara direndam atau disemprot air, lalu potong sisa batang dan akar. Rimpang yang luka sebaiknya segera diolah atau dikeringkan untuk mencegah busuk.
Pasca panen: jemur rimpang di tempat teduh selama 3-5 hari hingga kadar air sekitar 10%, atau langsung diolah menjadi simplisia. Simpan di tempat kering dan sejuk dalam wadah kedap udara. Rimpang segar tahan 1-2 minggu di suhu ruang, atau 1-2 bulan di kulkas (bukan freezer). Hasil panen rata-rata 2-4 kg per rumpun tergantung kesuburan tanah.