Penggerek rimpang menyerang rimpang dengan membuat lubang gerekan dan meninggalkan serbuk gerek. Gejala awal berupa daun menguning dan layu, terutama pada musim kemarau. Ulat daun memakan daun sehingga berlubang-lubang, sering muncul saat musim hujan. Kutu daun mengisap cairan daun dan batang muda, menyebabkan daun keriting dan pertumbuhan terhambat. Keong mas (Pomacea canaliculata) juga bisa memakan daun muda di lahan basah.
Pengendalian dimulai dengan sanitasi lahan: bersihkan sisa tanaman dan gulma yang menjadi inang hama. Gunakan mulsa jerami untuk menekan pertumbuhan gulma dan menjaga kelembaban tanah. Lakukan rotasi tanaman dengan non-zingiberaceae setiap 2 musim. Tanam varietas tahan jika tersedia. Pantau populasi hama secara rutin seminggu sekali. Jika serangan ringan, lakukan pengambilan manual hama atau perangkap lampu untuk ngengat.
Untuk pengendalian hayati, gunakan predator alami seperti kumbang Coccinellidae untuk kutu daun, atau aplikasi Beauveria bassiana untuk penggerek rimpang. Hindari penggunaan pestisida kimia kecuali pada ambang ekonomi. Konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk dosis dan cara aplikasi yang tepat. Catat selalu kondisi tanaman dan hama di buku catatan untuk evaluasi musim tanam berikutnya.