Penyebab paling umum adalah kekurangan unsur hara, terutama nitrogen (N) dan magnesium (Mg). Daun yang menguning akibat defisiensi N biasanya dimulai dari daun tua dan merata, sedangkan defisiensi Mg menyebabkan tulang daun tetap hijau dengan jaringan daun menguning. Solusinya adalah memberikan pupuk organik kaya N seperti pupuk kandang atau kompos, serta pupuk Mg seperti dolomit. Frekuensi pemupukan sebaiknya setiap 2-3 bulan sekali dengan dosis sesuai label.
Penyebab lain adalah serangan hama seperti kutu daun atau tungau. Kutu daun menyebabkan daun menguning dan keriting, serta ada embun madu. Tungau membuat daun berbintik kuning dan seperti berdebu. Cara mengatasinya dengan menyemprotkan insektisida nabati seperti ekstrak daun mimba atau sabun insektisida. Lakukan penyemprotan pada pagi atau sore hari setiap 3-5 hari sekali hingga hama berkurang. Hindari penggunaan pestisida kimia tanpa konsultasi dengan penyuluh setempat.
Penyakit busuk akar akibat jamur juga bisa menyebabkan daun menguning dan layu. Ciri-cirinya adalah pangkal batang lembek dan berbau. Solusinya adalah memperbaiki drainase, mengurangi penyiraman, dan mencabut tanaman yang terinfeksi parah. Untuk pencegahan, gunakan bedengan tinggi dan jangan menanam terlalu rapat. Jika gejala masih berlanjut, segera bawa sampel ke BPP atau penyuluh pertanian terdekat untuk diagnosis lebih lanjut.