Pada fase awal (0-30 hari setelah tanam atau HST), berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang matang sebanyak 10-15 ton per hektar atau kompos 5-10 ton per hektar. Campurkan pupuk kandang ke dalam tanah saat pengolahan lahan, minimal 2 minggu sebelum tanam. Pupuk kimia dasar yang dianjurkan adalah 50-75 kg Urea, 100-150 kg SP-36, dan 50-75 kg KCl per hektar. Aplikasikan pupuk kimia dengan cara disebar merata di atas bedengan atau barisan tanam, kemudian tutup tipis dengan tanah.
Pemupukan susulan pertama dilakukan pada umur 30-45 HST saat tanaman mulai aktif tumbuh. Gunakan pupuk nitrogen (Urea atau ZA) dengan dosis 50-75 kg Urea per hektar atau setara. Pemupukan susulan kedua pada umur 60-75 HST saat tanaman mulai berbunga, berikan pupuk NPK majemuk (misal 15-15-15) sebanyak 100-150 kg per hektar untuk mendukung pembungaan dan pengisian biji. Jika tanah masam (pH <5,5), tambahkan dolomit 1-2 ton per hektar saat pengolahan lahan.
Pemupukan daun dapat dilakukan sebagai suplemen pada fase pembungaan dan pengisian biji. Gunakan pupuk daun yang mengandung unsur mikro (terutama Boron dan Seng) dengan konsentrasi sesuai label, semprotkan pada pagi hari (pukul 06.00-09.00) setiap 10-14 hari sekali. Hindari pemupukan berlebihan nitrogen pada fase generatif karena dapat menyebabkan pembungaan terlambat dan biji hampa. Selalu lakukan uji tanah sederhana atau konsultasi dengan penyuluh pertanian setempat untuk dosis yang lebih tepat.