Busuk akar Fusarium menyebabkan tanaman layu mendadak meski tanah lembab, akar berwarna cokelat kehitaman, dan batang bawah membusuk. Penyakit ini menyebar melalui tanah dan sisa tanaman sakit. Hawar daun Alternaria ditandai bercak cokelat gelap pada daun yang melebar, daun mengering dan rontok. Penyakit ini menyebar melalui percikan air hujan atau irigasi. Keduanya dipicu oleh drainase buruk, kelembaban tinggi, dan jarak tanam rapat.
Pengendalian dimulai dengan pencegahan: gunakan benih sehat, lakukan rotasi tanaman dengan non-solanaceae, perbaiki drainase, dan atur jarak tanam 20-25 cm antar baris serta 10-15 cm dalam baris. Saat gejala muncul, segera cabut tanaman sakit dan bakar. Semprot fungisida berbahan aktif mancozeb atau tembaga pada gejala awal, ikuti dosis pada label. Untuk busuk akar, aplikasi fungisida sistemik seperti benomyl pada tanah, tapi konsultasi dengan penyuluh setempat.
Pada musim kemarau, penyakit lebih jarang terjadi. Namun, jika lahan bekas tanaman sakit, lakukan solarisasi tanah dengan mulsa plastik transparan selama 2-3 minggu sebelum tanam. Pemupukan berimbang (N:P:K = 1:1:1) juga memperkuat tanaman. Jika serangan berat, hentikan penanaman jintan di lahan tersebut minimal 2 tahun. Bawa sampel tanaman sakit ke BPP terdekat untuk diagnosis pasti dan rekomendasi pengendalian spesifik.