Kutu daun biasanya menyerang pucuk dan daun muda, menyebabkan daun mengeriting, kuning, dan pertumbuhan terhambat. Mereka juga mengeluarkan embun madu yang memicu pertumbuhan jamur jelaga. Serangan berat pada fase generatif dapat mengurangi jumlah bunga dan biji. Pengendalian dapat dimulai dengan menyemprotkan air bertekanan tinggi untuk menurunkan populasi, atau menggunakan musuh alami seperti kumbang koksi. Jika populasi tinggi, semprotkan insektisida berbahan aktif imidakloprid atau pimetrozin sesuai dosis anjuran pada label, dengan interval 5-7 hari.
Ulat grayak menyerang daun dengan meninggalkan lubang tidak beraturan, bahkan dapat memakan seluruh daun hingga tulang daun. Serangan parah terjadi pada malam hari dan seringkali tidak disadari pada siang hari. Pengendalian dapat dilakukan dengan pengambilan manual kelompok telur dan ulat kecil, serta memasang lampu perangkap untuk ngengat dewasa. Untuk serangan berat, gunakan insektisida berbahan aktif klorantraniliprol atau spinetoram, dengan penyemprotan pada sore hari sesuai dosis label. Rotasi insektisida dianjurkan untuk mencegah resistensi.
Trips menyerang daun dan bunga, menyebabkan bercak keperakan, daun menggulung, dan bunga rontok. Serangan trips sering meningkat pada musim kemarau. Pengendalian dapat dilakukan dengan mulsa plastik perak untuk mengurangi populasi, serta menjaga kelembaban dengan irigasi tetes. Gunakan perangkap lengket kuning untuk memantau populasi. Jika ambang kendali terlampaui (rata-rata 10 trips per daun), semprotkan insektisida berbahan aktif spinosad atau abamektin, dengan interval 5-7 hari dan perhatikan waktu aplikasi pada pagi atau sore hari.