Waktu panen terbaik adalah pada musim kemarau (April-Oktober) untuk menghindari rimpang busuk karena kelembaban tinggi. Namun, jika ditanam di lahan yang terkontrol drainasenya, panen bisa dilakukan kapan saja. Pemanenan dilakukan dengan mencabut atau menggali rimpang secara hati-hati menggunakan garpu atau cangkul. Pastikan tidak merusak rimpang utama karena akan mempengaruhi kualitas dan daya simpan.
Setelah dipanen, rimpang jeringau harus segera dibersihkan dari tanah dan akar serabut. Cuci dengan air bersih lalu tiriskan. Untuk penyimpanan jangka pendek (1-2 minggu), rimpang bisa disimpan di tempat sejuk dan kering. Untuk penggunaan jangka panjang, rimpang bisa diiris tipis dan dijemur selama 3-5 hari hingga kering sempurna (kadar air <10%). Jeringau kering bisa disimpan dalam wadah kedap udara hingga 1 tahun.
Hasil panen rimpang segar rata-rata 10-15 ton per hektar per tahun. Harga jual rimpang segar di tingkat petani berkisar Rp5.000-Rp10.000 per kg, tergantung kualitas dan permintaan pasar. Untuk mendapatkan harga terbaik, panen saat musim hujan (November-Maret) biasanya lebih tinggi karena pasokan sedikit. Namun, risiko busuk lebih besar, jadi perhatikan drainase lahan.