Memasuki fase pertumbuhan aktif atau sulur panjat, tanaman vanili membutuhkan tambahan unsur hara makro dan mikro untuk mempercepat panjang batang serta pembentukan daun hijau yang lebat. Pemberian pupuk organik cair berbahan dasar limbah ternak atau hijauan lokal dilakukan dengan frekuensi setiap dua minggu sekali melalui penyemprotan daun pada pagi hari. Dosis dan kepekatan harus dijaga agar tidak membakar stomata daun muda yang masih sensitif terhadap perubahan lingkungan mikro perkebunan.
Menjelang fase generatif atau pembungaan yang biasanya terjadi setelah tanaman berumur 1,5 hingga 2 tahun, pola pemupukan harus diubah total untuk merangsang kemunculan malai bunga. Pengurangan unsur nitrogen dan peningkatan unsur fosfor serta kalium menjadi kunci utama agar tanaman vanili tidak hanya tumbuh rimbun secara vegetatif. Aplikasi pupuk organik kaya fosfor dari tepung tulang atau kompos kaya unsur hara makro diberikan di sekitar perakaran dangkal tanpa merusak akar serabut vanili yang sangat sensitif.
Setelah penyerbukan buatan berhasil dan polong vanili mulai terbentuk, pemupukan pemeliharaan berfokus pada pengisian bobot polong dan pencegahan kerontokan organ tanaman. Petani harus konsisten menjaga kelembapan tanah di sekitar mulsa organik sambil memberikan tambahan unsur kalsium dan magnesium secara berkala setiap bulan hingga polong berumur 8 hingga 9 bulan siap dipanen. Selalu perhatikan kondisi cuaca setempat dan konsultasikan dengan petugas BPP di wilayah Anda untuk penyesuaian jenis pembenah tanah yang paling sesuai.