Kutu putih (Planococcus spp.) menyerang daun, batang, dan buah vanili. Ciri serangan: terdapat lapisan lilin putih seperti kapas pada permukaan tanaman, daun menguning, dan pertumbuhan terhambat. Kutu putih juga mengeluarkan embun madu yang memicu tumbuhnya jamur jelaga. Pengendalian: semprot dengan air sabun (1 sdm sabun cair per liter air) setiap 3-4 hari selama 2 minggu, atau gunakan minyak neem (2 ml/L air) seminggu sekali. Musuh alami seperti kumbang Coccinellidae juga efektif.
Ulat penggerek batang (Omphisa anastomosalis) adalah hama paling merusak. Ciri: lubang kecil pada batang dengan serbuk gerek berwarna cokelat, daun layu mendadak, dan batang mengering. Ulat menggerek batang dari dalam, menyebabkan tanaman mati. Pengendalian: potong dan bakar batang yang terserang, lalu oleskan pasta kunyit (1 sdm kunyit bubuk + sedikit air) pada luka. Untuk pencegahan, pasang perangkap feromon (1 perangkap per 100 m²) dan jaga kebersihan kebun.
Keong (Achatina fulica) menyerang daun dan buah vanili di musim hujan. Ciri: daun berlubang tidak beraturan dan bekas lendir mengkilap. Keong aktif malam hari. Pengendalian: kumpulkan keong secara manual setiap pagi, buat parit kecil di sekitar bedengan, atau taburkan garam di jalur keong (hati-hati jangan kena tanaman). Hindari penggunaan pestisida kimia yang dapat merusak ekosistem.