Bibit vanili diperoleh dari stek batang yang sehat, panjang 30-50 cm dengan 4-6 ruas. Stek diambil dari tanaman induk berumur minimal 2 tahun yang bebas penyakit. Sebelum tanam, rendam stek dalam larutan fungisida nabati (misal ekstrak bawang putih) selama 10 menit. Penanaman dilakukan dengan membenamkan 2 ruas stek ke dalam lubang tanam yang sudah dicampur pupuk kandang matang (2-3 kg/lubang). Siram setiap hari selama 2 minggu pertama, lalu kurangi menjadi 2-3 kali seminggu tergantung cuaca.
Perawatan vanili meliputi pemupukan rutin setiap 2 bulan dengan pupuk organik (5-10 kg/pohon/tahun) dan pupuk NPK 15-15-15 dosis anjuran setempat. Penyiraman dilakukan jika tanah mulai kering, terutama di musim kemarau. Pangkas tunas air dan sulur yang tidak produktif. Penyerbukan buatan wajib dilakukan pada pagi hari (06.00-09.00) saat bunga mekar, menggunakan tusuk gigi atau lidi. Setiap bunga hanya mekar satu hari, jadi penyerbukan harus tepat waktu. Buah vanili siap panen setelah 8-9 bulan, ditandai dengan ujung buah menguning.
Panen dilakukan dengan memotong buah menggunakan gunting steril, lalu segera lakukan proses pengolahan pasca panen (pelayuan, fermentasi, penjemuran) untuk menghasilkan vanili kering berkualitas. Hasil panen per pohon bisa mencapai 1-2 kg buah basah per tahun. Hama utama vanili antara lain busuk batang (Fusarium) dan virus mosaik, yang dicegah dengan drainase baik dan penggunaan bibit sehat. Untuk pengendalian OPT, konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat.