Bibit vanili biasanya berasal dari stek sulur sepanjang 80 hingga 100 cm yang dilayukan selama 5 hingga 7 hari sebelum ditanam untuk merangsang pertumbuhan akar. Penanaman bibit sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan agar kelembaban tanah terjaga secara alami. Selama masa vegetatif 1 hingga 2 tahun pertama, penyiraman dilakukan 2 hingga 3 kali seminggu pada musim kemarau, disertai pemberian pupuk organik cair setiap 2 minggu sekali untuk mempercepat pertumbuhan sulur.
Tahap krusial dalam budidaya vanili adalah pemotongan pucuk sepanjang 15 hingga 20 cm pada awal musim kemarau untuk merangsang pembungaan. Bunga vanili hanya mekar selama beberapa jam dari pagi jam 06.00 hingga 10.00 WIB, sehingga penyerbukan buatan menggunakan lidi atau bambu kecil harus dilakukan secara manual satu per satu setiap pagi pada periode kemarau tersebut agar terbentuk buah polong.
Polong vanili siap dipanen sekitar 8 hingga 9 bulan setelah penyerbukan berhasil, ditandai dengan perubahan warna ujung polong dari hijau tua menjadi kekuningan. Panen dilakukan secara berkala menggunakan gunting pangkas steril dengan cara memotong tangkai buah satu per satu. Setelah dipanen, polong melewati proses pelayuan air panas suhu 65 derajat Celsius selama 2 menit, dilanjutkan pemeraman dan penjemuran bertahap selama 2 hingga 3 minggu sampai polong berwarna cokelat kehitaman dan lentur.





